Jagalah Pandanganmu
“Mencuci mata” sudah menjadi kebiasaan dan budaya banyak
orang terutama di kalangan para muda. Nongkrong di pinggir jalan untuk
“mencuci mata”, menikmati pemandangan alam yang indah dan penuh pesona
sudah menjadi adat sebagian orang. Namun yang menjadi pertanyaan adalah
alam apakah yang sedemikian indahnya sehingga menjadikan para pemuda
begitu banyak yang tertarik dan terkadang mereka nongkrong hingga
berjam-jam? Ternyata alam tersebut adalah wajah manis para wanita.
Apalagi sampai terlontar dari sebagian mereka pemahaman bahwa memandang
wajah manis para wanita merupakan ibadah dengan dalih, “Saya tidaklah
memandang wajah para wanita karena sesuatu (hawa nafsu), namun jika
saya melihat mereka saya berkata, “Maha sucilah Allah, Pencipta Yang
Paling Baik”[1]
Ini jelas merupakan racun syaithan yang telah merasuk dalam jiwa-jiwa sebagian kaum muslimin. Pada hakekatnya istilah yang mereka gunakan (cuci mata) merupakan istilah yang telah dihembuskan syaithan pada mereka. Istilah yang benar adalah “Ngotori mata”.
Ini jelas merupakan racun syaithan yang telah merasuk dalam jiwa-jiwa sebagian kaum muslimin. Pada hakekatnya istilah yang mereka gunakan (cuci mata) merupakan istilah yang telah dihembuskan syaithan pada mereka. Istilah yang benar adalah “Ngotori mata”.