Bukan rahasia kalau banyak remaja muslim yang gandrung dengan
selebritis. Mereka mengenal para selebritis hingga ukuran sepatunya,
warna yang disukainya, makanan favoritnya, kemana berlibur, dulu pernah
sekolah dan kuliah dimana, kebiasaan buruknya apa, dan lain-lain. Ini
semua didukung dengan pesatnya perkembangan media berita.
Di sisi lain, kita perlu tanya kepada diri kita masing-masing yang
mungkin masih remaja atau sudah beranjak dewasa atau bahkan sudah tua,
kenalkan kita kepada profil nabi-nabi? Seberapa hafal kita dengan
kisah-kisah mereka? Sekuat apa ingatan kita terhadap teladan dan
petuah-petuah mereka?
Baiklah. Memang jumlah Nabi dan Rasul banyak sekali. Menurut riwayat
bahwa jumlah Nabi ada 124.000 dan jumlah Rasul ada 315. Adapun yang
terkenal ada 25 Rasul. Tentang jumlah ini telah diriwayatkan Ahmad
(V/178, 179, 265) dan al-Hakim (II/262) dari Sahabat Abu Umamah.
Diriwayatkan juga oleh Ibnu Hibban (no. 94) dari Sahabat Abu Dzarr.
Tentang jumlah Nabi dan Rasul riwayatnya shahih dari Sahabat Abu Umamah
dan Abu Dzarr Radhiyallahu anhuma, hanya saja terdapat sedikit perbedaan
tentang jumlah Rasul, pada sebagian riwayat disebutkan 313 dan pada
riwayat yang lain 315, wallaahu a’lam. Lihat Zadul Ma’ad I/43-44.
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan tentang para Nabi dan Rasul di
dalam Al-Qur-an ada 25, yaitu (1) Adam, (2) Idris, (3) Nuh, (4) Hud, (5)
Shalih, (6) Ibrahim, (7) Luth, (8) Isma’il, (9) Is-haq, (10) Ya’qub,
(11) Yusuf, (12) Syu’aib, (13) Ayyub, (14) Dzulkifli, (15) Musa, (16)
Harun, (17) Dawud, (18) Sulaiman, (19) Ilyas, (20) Ilyasa’, (21) Yunus,
(22) Zakariya, (23) Yahya, (24) ‘Isa dan (25) Muhammad. Simak surat Ali
‘Imran: 33; Hud: 50, 61, 84; Al-Anbiyaa’: 85; Al-An’aam: 83-86 dan
Al-Fat-h: 29.
Di antara nama para Nabi yang juga disebutkan di dalam As-Sunnah,
yaitu Syiit dan Yuusya’ bin Nun. Sedangkan yang diperselisihkan ulama,
apakah ia Nabi ataukah hamba yang shalih, adalah Khidhir, Dzul Qarnain
dan Luqman, wallaahu a’lam. Tentang kisah Khidir, dapat dilihat dalam
zhahir surat al-Kahfi ayat 65-82. Khi-dir dan Dzul Qarnain adalah Nabi,
sedangkan Luqman adalah seorang hakim. Buka Fat-hul Baari (VI/382-383)
dan ar-Rusul war Risaalah (hal. 17-24) oleh Dr. ‘Umar Sulaiman
al-Asyqar. Cet. III/ Maktabah al-Falaah, 1405 H.
Terdapat hadits dimana Rasulullah shalallahu’alaihi wa salam bersabda, “Aku tidak mengetahui Tubba nabi atau bukan dan aku tidak tahu Dzul Qarnain nabi atau bukan.” (HR. Hakim). Untuk Khidir, dari ayat-ayat yang ada dalam surat Al-Kahfi, seandainya ia bukan Nabi, tentu ia tidak ma’shum dari berbagai perbuatan yang dilakukan dan Nabi Musa ‘alaihissalam tidak akan mau mencari ilmu pada Khidir.
Allah memberikan keutamaan sebagian Rasul atas sebagian yang lainnya.
Rasul dan Nabi yang paling utama ada lima, yaitu Muhammad Shallallahu
‘alaihi wa sallam, Ibrahim , Musa, ‘Isa, dan Nuh Alaihimussallam. Kelima
Nabi dan Rasul itu disebut Ulul ‘Azmi. Allah menyebut mereka dalam dua
tempat, yakni dalam surat al-Ahzaab ayat 7 dan asy-Syuura’ ayat 13.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan (ingatlah) ketika Kami
mengambil perjanjian dari Nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh,
Ibrahim, Musa dan ‘Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari
mereka per-janjian yang teguh.” [Al-Ahzaab: 7]
Terhadap para Rasul yang tidak kita ketahui nama-nama mereka, maka
kita wajib mengimaninya secara global. Allah Subhanahu wa Ta’ala
berfirman: “Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang Rasul
sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di
antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu…”
[Al-Mu'min: 78]
Demikian sekelumit informasi tentang nabi-nabi yang pernah diutus
oleh Allah Ta’ala. Semestinya, media banyak mengekspos kisah-kisah
mereka sebagai teladan, bukan sebagai lahan bisnis. Dan bagi remaja,
jadilah pelopor keteladanan cinta nabi dan rasul.
dari artikel mahasiswa thaybah surabaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung ke bloh ini. Mohon tuliskan komentar Anda setelah membaca artikel ini..